Pages

Senin, 30 Januari 2012

When Things Not Workout

well, i don't wanna be asked about past. it's not my favourite topic.

mom, i know you like him so much, but asking me about him, reminds me of past. enough is enough. i just can't take it any longer, mom. that's really torturing.

i'm not expecting anything nor i runaway. but not hear any news about him feels so much better for me. mom, i am not thinking something negative about him, whether he have other person stands beside him, i don't know. maybe things not just workout for us. please mom, don't ask me a single thing about him. i don't wanna burst the tears out. not again.
Read Comments

Minggu, 29 Januari 2012

The Red Rose Blossom In The Morning

The sun shines everyday on earth
The moon comes up in the night
brighten the sky with the stars
The sun and the moon may come and go
fulfill their duty


But the red rose is always there
she gives freshness to earth
to sky and to every living thing


The red rose make the world more beautiful
she gives the energy
with its colour and power


Yes, the red rose is you, my teacher
you gave me the couragement i need
never leave me when i was down


So, i want to thank you for all this time
Keep bright and beautiful, my teacher!


-Dedicated specially for my math teacher on SMAN 1 Pekanbaru, Dra. Raja Muda Asmida. I can't repay for every lesson you taught me, but i always try my best so i can present the very best achievement for you.-
-I haven't go back to Pekanbaru for 4,5 years, but i always remember you, Mam. I pray for the best thing to come for you. May Allah protects and bless you. I always be your student, no matter what-
Read Comments

Miserable Tweet on Twitter

well, ada hal baru yang saya pelajari dari twiiter setelah bergabung jejaring sosial ini untuk beberapa lama.

Perlu diperhatikan, menulis puisi yang isinya cukup dalam malah dijadikan cemoohan galau. Aduduh, konyol sekali manusia yang langsung mengaitkan seseorang dengan stereotipe tertentu. Menulis puisi bukan berarti galau loh, bisa jadi itu cuma ide yang seketika muncul ketika membaca timeline dan tweet orang lain.

Enough is enough, i am no longer writing my poems on twitter. Yeah, some people really annoying.

Wassalam, Arumdaung.
Read Comments

Perempuan

Perempuan adalah mahluk yang luar biasa. Betapa kaum perempuan memiliki peranan yang luar biasa dalam nurture generasi masa depan. Tapi entah kenapa, saya melihat degradasi dalam kualitas perempuan masa kini.

Beberapa waktu yang lalu, saya melamar untuk sebuah perusahaan trader di kawasan Sudirman, Jakarta. Mengikuti ritme kerjanya sungguh menyenangkan. Berjalan menyusuri jalanan ibukota di pagi hari bak eksekutif muda. Polos memang, tapi melihat kakak saya yang terlebih dahulu bekerja di kawasan elit begitu membuat saya tergerak untuk dapat bekerja di daerah itu pula.

Masuk ke kantornya juga berasa "woooow". Benar - benar ala eksekutif muda. Orang - orang berdasi, kemeja licin dan wanitanya mengenakan high heels dengan muka terangkat. Saya kagum sekali. Tapi belakangan, baru saya menyadari. Memang kaum perempuan terlihat begitu angkuh dan punya power yang hebat, tapi itu cuma kedok di depan muka.

Suatu kali, saya mendengar obrolan di toilet ketika mengganti sepatu kerja.
A : aduh, gue mesti diet nih, perut gue gendut banget kaya ibu hamil, euh!
B : emang yang hamilin lo siapa?
A : gila lo, gue bilang ni perut aja yang gede, bukan gue hamil!!
B : lah ga apa-apa kali kalo lo mau maen ma cowo, yang penting pake pengaman
A : emang gue kaya lo apah. lo tuh entar klo hamil aja berabe, kaga tau bapaknya siapa, secara lo maennya ama tiga orang
B : bodo, yang penting gue fun!
Tidak lama, keduanya menyudahi obrolan dan ngacir ke kantor.

Gubrakk!! Saya pun terbengong - bengong ria keluar dari toilet. Sambil berjalan ke tempat training, saya tak habis pikir, kenapa ada perempuan yang mengatasnamakan senang-senang untuk sementara dan tidak peduli akibat serta harga dirinya sendiri. Oh Allah, saya mohon ampun sudah mendengar obrolan mudharat tadi. Tidak bermaksud untuk menguping, tapi dua perempuan itu omongannya kelewat kenceng ga kira-kira.

Besoknya, ada obrolan lain di dekat ruang makan, ketika break makan siang, dua perempuan dengan santainya berbicara keras di samping saya.
A : (bete tingkat dewa) duh gila bo, masa gue ajak XX clubbing kemaren malem, baru minum cocktail se-sloki aja udah teler
B : ah si XX emang payah, mending lo ngajak yang laen
A : ho oh, gue aja minum wine 6 gelas belom mabok
B : (suara kekaguman) wah expert banget lo, gue mesti belajar dari lo jeng

Ya Allah astaghfirullah, lagi-lagi mendengar hal yang saya tidak harapkan. Aduhai Tuhan, apa perempuan di daerah perkotaan tidak kenal lagi dengan norma? tidak peduli dengan dignity-nya? lagi - lagi saya cuma bengong lang ling lung dengan sukses.

Keesokan harinya, giliran trainer saya yang tidak kalah dodolnya. Dia adalah perempuan dengan personality jenis sanguinis yang kentara sekali dari cara berpakaian dan sikapnya ketika berbicara. Rambut pendek di tata ala maribeth, baju terbuka di bagian dada, rok pendek setengah paha dan killer heels yang terlihat mahal.
Trainer : saya sih tugasnya menjual jasa, menawarkan nasehat keuangan para klien. saya bakal menuruti keinginan klien karena klien lah yang membayar saya, jadi kalau ada klien yang senang mengadakan kerjasama dengan dikelilingi cewek-cewek seksi, saya oke-oke saja, saya bisa menyediakan tempat yang lebih intim, tidak perlu formal.

Astaganagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....Ya Allah, saya cuma bisa terduduk lemas mendengarnya. Hebat sekali, pikir saya. Wanita ini yang usianya sudah tiga puluhan lebih, mengaku beragama (bener ga ya?? KTP doang kayanya) dan punya 1 orang anak perempuan yang sudah duduk di bangku TK. Astaghfirullah, saya bener - bener pusing tujuh keliling. Apa dia tidak malu menceritakan hal ini pada orang asing di depannya? apa tidak merasa malu dengan anak perempuannya sendiri? apa dia tidak merasa malu dengan merendahkan dirinya yang bersedia menyediakan perempuan lain yang rela dibayar sedemikian rupa?

Sungguh saya memohon ampun pada Allah agar Ia mau memaafkan saya. Lebih lanjut lagi saya perhatikan, ternyata wanita di kantor ini memakai baju yang sangat terbuka, sedang saya sendiri memakai kerudung. Aduh, malu sekali rasanya kalau harus bergaul dengan orang - orang seperti ini.

Tidak berapa lama kemudian, saya di tawari kontrak untuk bergabung dengan perusahaan itu. Saya sempat bingung, saya ingin punya tambahan penghasilan untuk membayar kuliah saya, tapi praktek pekerjaannya pada dasarnya adalah riba dan ditambah lagi harus bermanis muka bergaul dengan orang seperti itu. Maka saya pun menyerah. Lebih baik mundur, daripada saya menderita resiko tuntutan bila saya bergabung lebih jauh. Lebih baik mundur, bila itu dapat melindungi saya bergaul dengan orang - orang yang kehidupannya menjerumuskan. Mundur lebih terhormat daripada mendapat uang yang pada dasarnya haram. Mundur berarti saya menang.

Alhamdulillah, saya resmi tidak bergabung dengan perusahaan itu. Bahagia rasanya terlepas dari lingkaran yang menyesakkan itu. Saya menjadikan ini semua sebagai pengalaman berharga. Perempuan harusnya menjaga diri dan sikapnya dengan begitu ia berarti menghormati dirinya sendiri sekaligus dihormati orang lain.

Read Comments

Sabtu, 28 Januari 2012

Bintang - Bintang Emas

Nayalakan kembang apimu
Biarkan sinarnya memecah kegelapan
bagai bintang - bintang berpijar panas
terangi langit kelam, hidupkan harapan


Jangan kau takut bila suatu nanti
pendarnya mulai menghilang
tinggalkan bara merah
hingga ke ujung tangkai


Ada kalanya kau harus menghadapi kegelapan itu kembali
Tapi tak perlu kau cemaskan
Demi Dzat yang nyawamu ada di tanganNya
Percayalah selalu kepadaNya
karena Allah tidak tidur


Ia menjaga dan mengawasi setiap hambaNya
Ia pula yang akan menyalakan kembali kerlipan pelita itu
bersamamu, hadapi kegelapan
Sekali lagi.


Fire-glow

Read Comments

A Night Poem

He is gone without a trace
I left with a saddened face
I call out your name
Just to reach some embrace


All the broken arrow
They shattered over thin floor
I bend on my knee
Picking up pieces by pieces
But find nowhere to put it back together


The herds of swallow flying away
As the day turn to twilight
And chill winds playing me far
Beyond my recognition


I walk through that path
Holding both my hands tightly
The sense of coldness that i hardly escape
Like it mocking me loud


I try to smile
Force myself to face it bravely
For i am sure of my fate
For he the true love i shall find........
Read Comments

Kamis, 26 Januari 2012

Some People are Sucks

True. I hate it so much when people said i should not write something too romantic or too painful love story. Like i need to keep my head straight.

One thing for sure, my brain works well.

Well, hey, you people know nothing about me. I know i am wearing jilbab, but then on the other side, but i never pretending to be something i am not. I like literature, i like reading some romantic, or sad love story, i like writing using words that i hope soft enough to deliver feeling. But then those people criticize me, like i am putting my feeling over Allah, like i went too deep in desperation. I love Allah, of course (Allah is The Number One), but i wanna be a writer, that can use classical or words combination just like Jane Austen or Jean Webster.

Some people only good at judging. I really wanna laugh of that kind people. They act like they know a person meanwhile, they know nothing.

Let's not judging others, cause few words you said may stab a person right on her chest. Mind your own bussiness. Stop saying something negative of people you don't know.
Read Comments

Cerita Sunyi

Ada sebuah cerita yang ingin kubagi, tapi aku sendiri tak tahu akankah cerita ini berakhir bahagia atau hanya akan membuatku menitikkan airmata

Cerita yang mungkin kau alami sendiri, tentang seseorang yang berjalan seorang diri. Kosong rasanya ketika duniamu kehilangan sosoknya. Sosok yang kau sayangi sepenuh hati. Ketika dia tak ada, seringkali kau merasakan kesepian. Bukan hanya sekali dua kali, tetapi dalam banyak hitungan. Tak menyenangkan menjalani hari tanpa hadirnya.

Aku tak memiliki teman untuk berbicara. Tak ada teman untuk berbagi. Hanya ada sepi dan aku sendiri. Meski kucoba utarakan hal ini padanya, ia tetap tak bergeming. Tinggallah aku seorang diri yang terpukul dan merana.

Ingin kurengkuh wajahnya seperti dahulu kala, memeluk lingkupan hatinya dan meletakkan kepalaku di pundaknya. Ketika tak perlu kata-kata untuk ungkapkan isi hati kami berdua. Hadirnya bahagiakan perasaanku, genggaman erat nan lembut ikut benamkan jiwaku didalamnya. Sadar betapa aku menyayanginya, sadar bahwa hanya ia seorang yang miliki hati ini.

Tetapi kini ia terlalu jauh untuk kuraih. Tak cukup kuat kakiku mengejarnya. Terus berlari, berharap ia berhenti dan menoleh ke arahku. Dan bila itu terjadi, akan kudekap ia. Takkan kulepaskan rangkulan itu. Ingin aku menguncinya disana, hingga ia tak perlu pergi lagi, tinggalkan aku yang menangis sendiri.
Read Comments

Forwarding

Always Looking On The Brightside