Pages

Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

Watersport di Bali



Still, more writings about the Island of Gods, this time i am going to give a little bit review about watersport in Bali. This time i wanna write about a full day package of watersport.

Ada tiga cruises utama di Bali yang menyediakan jasa full day watersport yaitu Bounty Cruise, Bali Hai Cruise dan Quicksilver Cruise. Package yang ditawarkan termasuk: transport before and after trip, morning tea/snacks in the beginning of the trip, snorkelling, banana boat, village visit, semi submarine, private pool, canoeing, water sliding, and self service lunch. Disamping package diatas, mereka juga menawarkan sunset dinner untuk corporate, honeymooners dan keluarga.

-Biaya-
Kalau anda hendak memilih Bali Hai Cruise, harga per paxnya adalah Rp 700.000 (or around 70-80 dollars per person), sementara Bounty Cruise adalah Rp 600.000 (or about 60-70 dollars per person)  dan Quicksilver cruise dengan harga Rp 500.000 (or around 50-60 dollars). Lamanya paket biasanya mulai dari jam 9 pagi (berangkat dari Tanjung Benoa) dan selesai jam 16.00 sore.

-Tujuan Wisata-
Baik Bounty Cruise dan Bali Hai Cruise trip menuju Nusa Lembongan, dengan 2 jam berlayar dariTanjung Benoa port. Sedangkan Quicksilver bertujuan ke Nusa Penida, sedikit lebih jauh dari Nusa Lembongan dengan lamanya perlayaran sekitar 2 jam 40 menit.

-Aktivitas-
Ketiga cruise menawarkan paket yang hampir sama, kecuali untuk Quicksilver yang tidak punya water slide dan canoeing maupun kayaking. Dari pengalaman saya, saya lebih cenderung memilih ikut Bounty Cruise atau Bali Hai daripada Quicksilver karena untuk Bounty maupun Bali Hai, jumlah penumpang per boat dibatasi 100 orang sekali trip jadi tidak sesak, berbeda sekali dengan Quicksilver yang memenuhi kapasitas kapalnya hingga 300 orang sekali jalan, sehingga tidak ada cukup ruang untuk masuk di kapal. Penumpang yang apes (termasuk keluarga saya waktu itu), mesti rela duduk diluar sementara cuacanya sangat panas dan tidak ada towel untuk mendinginkan gerah. Very lame. Selain itu untuk urusan kapal juga Bali Hai dan Bounty lebih smooth perjalanannya daripada Quicksilver.

Untuk aktivitas lainnya, selain dari perjalanan kapal diatas, Bounty dan Bali Hai menang telak atas Quicksilver. Dengan derasnya arus di Nusa Penida, saya sekeluarga tidak bisa snorkelling maupun berenang karena terlalu berbahaya. Jadi walhasil seharian cuma bengong liatin laut ga ngapa-ngapain. Mau berenang di poolnya juga ogah secara ada sampah bungkus mie bertebaran didalamnya.Sedangkan Bounty Cruise dan Bali Hai di Nusa Lembongan arusnya relatif aman dan lifeguardsnya siap siaga kalo terjadi segala sesuatu. Mau aktivitas apa aja juga lancar. A totally holiday in the sun.


Kalau anda memilih watersport yang intinya bermalas-malasan silahkan memilih Quicksilver, tapi kalau ingin seru-seruan di laut saya sarankan memilih Bounty Cruise atau Bali Hai. Sebenarnya ada banyak banget kekurangan dari Quicksilver Cruise. Meskipun yang daftar ke Quicksilver banyak, tapi pelayanannya mengecewakan.  Kalo mau di kasi rate bintang-bintangan, saya kasi Quicksilver 2 bintang tapi untuk Bounty Cruise dan Bali Hai saya kasi 4,5 bintang. Tapi serius deh, liburan watersport itu seru banget, yang penting mesti pinter-pinter pilih cruise yang bagus pelayanannya dan sesuai dengan budget pula.

-Quicksilver-
Awalnya udah senyum penuh kebahagiaan dari hotel
just so-so

Gitu nyampe, senyumnya dipaksain (from Quicksilver boat onTanjung Benoa Port)


Panesnya ga boong

View dari Nusa Penida
-Bounty Cruise-
Kapalnya bagus banget
 
Fotonya sama bagusnya dengan aslinya
-Bali Hai Cruise-

Meskipun tidak secantik aslinya tapi lumayan oke


                             
Read Comments

Ways of Transportation in Bali



Simpang Siur in the afternoon

Oh well, continuing my writing about Bali, as a traveller, i consider Bali as an island that's easy to reach. You can enter Bali by bus, airplane, and ship. There are few things to note (esp. for domestic traveller) about coming to Bali :

1. The easiest way to reach Bali is by plane. The flight from Jakarta is pretty much cheap. From my experiences it cost around Rp 300.000 (low season) to Rp 900.000 (peak season), this fare is even less when you made an early booking. The cheapest season is from january through may. I myself prefer to go to Bali at these month because Bali is less crowded, airplanes and hotels fare are pretty low (for example a 4 star hotel in tanjung benoa usually cost 900 thousand rupiahs and in february cost only 500 thousand rupiahs). Meanwhile try to avoid going to Bali in June to December because Bali will be too crowded and the fare of hotels and plane tickets are pretty expensive.

2. Going by bus is also an option. You can take bus from any major city in Java Island and usually the bus also made final stop in Denpasar, the capital city of Bali. The cost is not much of different from airplane. But if you are a tourist on tight budget, this way of travelling can help too. From Jakarta the ticket usually cost Rp 300.000 on peak season.

3. If you are coming from Surabaya or Lombok, you can take the ship. It's a 30 mins sailing from Banyuwangi and 2 hours long from Lombok. The ship fare from Gilimanuk to Banyuwangi is only Rp 6.000 or about 60 cents.

Another things to pay attention is when you already in the island. Bali has limited ways of public transportation. The newest and easiest way to travel around by using Trans Sarbagita, a busway that connect major public interest, from Tabanan, Badung, Gianyar and Denpasar. This bus is very convenient with new armada and great services from the driver's assistant. They willing to help and giving advice so you can get to the place you want. The cost for an adult is Rp 3.500 and for student is Rp 1.500. I love traveling around with Sarbagita since i can't ride motorcycle and can't drive either. Really great helps, esp. when you have this cheap-ex-almost-to-be-husband who are picky to take you around eventough he live in Bali. Yeah.

But if you can drive, that could be an advantage. You can rent car all across Bali. Usually it costs Rp 200.000 for a full day trip (or around 20 dollars). But the cost may increase as type of car you choose and whether you include the driver to take you around.

And lastly, rent a motorcycle is a good options too, esp for those who like to ride freely. The streets in Bali is pretty smooth with great view around. You can rent the motorcycle pretty much from any area in Bali. The cost is Rp 50.000 to 70.000 (or about 5 dollars to 8 dollars) per day. Make sure you can make a good deal with the rent place.

Have a holiday, Enjoy your trip in the Island of Thousand Temples

Sarbagita's Track Map
Inside Sarbagita's bus
Sarbagita's ticket
Ship, out and about to Bali
Airplane as other way to reach Bali



Read Comments

Jumat, 13 Juli 2012

The Food Town

I am a culinary traveller. Seneng banget kalo bisa jalan-jalan nemuin tempat makan yang asik. KAli ini saya bakal review macem-macem tempat makanan di Depok yang emang tempat makannya tersebar disepanjang Margonda.

1. Mie Ayam Berkat
Alamatnya di Jalan Margonda no. 504 di seberang pintu masuk ke Kober, UI. Ini adalah resto mie ayam yang juara banget, secara udah ada dari lama tapi bertahan melewati pusaran jaman. Harganya murah soalnya standar mahasiswa sekitar 7 ribu - 11 ribu. Mie ayamnya warna hijau karena terbuat dari bayam, jadi sehat banget. Recommend bangettt.

2. Ayam Lepaaas
Resto ini jaraknya sekitar 5 meter dari Margonda Residence. Pilihan menu utamanya ada ayam lepaas dan ayam lemaaas. Dari segi nama emang menarik tapi buat harga ga terlalu ramah buat mahasiswa. Saya beli paketannya yang terdiri atas nasi, lalap ama ayam harganya Rp 16.500. Harga yang ga sesuai ama rasa dan ditambah dengan interior tempat yang panas. Sebenernya ayam lepaas dan ayam lemaas itu cuma beda sambel aja, sambelnya sih enak tapi ga istimewa. Mending makan ke warteg sekalian deh.

3. Takarajima
Ini restoran Jepang yang ada di Kober, tepatnya di sebelah toko komputer gitu. Harganya terjangkau buat mahasiswa mulai dari 7000 untuk dessert sampai yang paling mahal 40ribu. Kemaren saya pesen Salmon salad, California rice rolls, 2 Bento dan 2 ocha cuma kena 120ribu. Udah gitu kenyang banget. Good atmosphere, good service and great food.

4. Bakmi Margonda
Resto yang ini bener-bener keramat hehhehee. Bukan keramat dalam arti sebenernya tapi berdirinya udah lama yaitu sekitar 13 tahun. Restorannya terletak di arah Pocin sebelum Indomaret. Makanannya cukup murah untuk kelas bakmi yaitu sekitar 10 ribu - 35 ribu. Tempatnya cukup luas tapi interiornya emang keliatan agak tua. Overall cukup oke.

5. Sushi Miyabi
Resto yang terletak di daerah pocin ini terlihata amat sangat mencolok. Sekali malingin muka langsung keliatan. Didirikan oleh Tengku Wisnu, Christian Sugiyono, dkk tahun 2011 lalu, ini resto selalu rame. Harganya sedikit lebih mahal dari Takarajima, tapi rasanya biasa aja. Saya pribadi ga terlalu suka dengan interiornya yang terlalu merah jadi bikin panes mata.

6. Ta Wan
Restonya berada dalam Mal Margo City Square. Ini adalah resoran fave kita sekeluarga. Makanan, pelayanan ama harganya worthy banget. Menu favorit kita adalah sup asam pedas, udang telor asing, tumis kailan, tempura cumi, mapo tahu, black pepper beef dan banyak menu lainnya. Ga bakal nyesel makan disini. Love it so much.

7. Imperial Kitchen
Resto ini baru buka tahun 2012 di lantai 2 Margo City Square. Tempatnya agak kecil jadi ada sebagian table yang di tempatkan ke arah  dinding kaca deket eskalator. Saya ama temen seneng banget makan di sini. Rasanya enak banget dan harganya worthy apalagi ada promo snow ice seharga 5ribu untuk jam 3-5 sore. Menu fave saya Hainanese Chicken, Nasi goreng kepiting, black pepper beef noodle. Untuk minumnya saya suka teh jasmine dan teh buah yang rasanya seger dan yang paling penting bisa refill (mahasiswa tetep ga mau rugi bandar hehehhe). Cocok buat ngerayain ultah bareng temen loohh.

8. Bakso Gang Senggol
Yang kuliah di UI terutama di FIK dan FKm pasti tau ini bakso. Tempatnya kecil tapi rasa baksonya serius enak luar biasa (sambil nulis jadi terbayang sendiri hehehehhe). Harga baksonya 7 ribu-8ribu. Murah banget dan kenyang. Saya seneng banget ke warung bakso ini secara rasanya yang ehmmm bikin ngiler.

9. Es teler 77
Es teler bisa dijumpai di pelataran Gramedia Depok atau di Margo City. Dari dulu pesenan favorit saya adalah mie ayam bakso + es teler. Makan dalam kondisi hujan atau panas terik diluar tetep oke. Harganya terjangkau dan tempatnya juga oke punya.

10. O Crepes
Sebenernya tempat ini ga terlalu pas disebut resto karena makanan yang dijualnya berupa snack. Kalo sambil jalan muter mal paling enak sambil ngemil crepes. Fave saya adalah crepe banana choco cheese dan banana cheese milk, harganya 12 ribu. Untuk bubble drink nya juga enak, harganya sama. Yang paling saya suka adalah chocolate bubble drink. Seger banget deh.

Sementara itu dulu review tempat makannya. Sebenernya banyak banget yang buat dibahas tapi saya juga udah keburu laper. Time for snacking a muffin. Enjoy ur day yaa readers. Have a great day! ^^
Read Comments

Kamis, 12 Juli 2012

Life's A Trip!


Travelling is fun! and it will always be.
_according to Erwita Ivana_

Dari dulu  saya emang paling suka jalan-jalan tapi baru berani buat memulai perjalanan jauh setelah "diusir" dari rumah buat Praktek Kerja Lapangan di Bali. Dari rombongan yang 17 orang, 11 orang termasuk saya ditempatkan di Gilimanuk sisanya 6 orang lagi di tempatkan di Pemaron. Diantara 17 orang itu cuma 2 orang perempuan yaitu saya dan teman baik saya Fransiska Febrina. Untungnya kita berdua sama-sama suka jalan, jadi klop banget deh kalo udah urusan ngiterin kawasan Bali Barat.

Ga seperti yang orang lain pikirkan, Bali Barat menyimpan banyak potensi yang hampir sama baiknya dengan Bali Selatan yang ngetop dengan Kuta atau kawasan Uluwatu. Di Bali Barat berjejer pantai yang alami, sepi tapi dengan ombak yang menantang buat surfing. Selain itu juga banyak area persawahan yang viewnya gorgeous banget pas sunrise. Tapi sayangnya karena pembangunan dan masalah transport, tujuan wisata di Bali tertumpuk di kawasan Bali Selatan yang emang udah crowded.

Saya suka banget ama Bali, karena pulau ini adalah one stop destination. Mulai dari wisata laut sampe wisata gunung ada, wisata kuliner juga bisa dan ada beragam pilihan kegiatan wisata kaya snorkel, canoeing, diving, bicycling, rafting, trekking dengan macem-macem harga. Saya udah pernah nginep mulai dari hotel kelas melati, wisma perusahaan sampe hotel bintang 4, kalo yang bintang 5 sih belum ada duitnya hehehe. Saking sukanya ama Bali saya udah 4 kali bolak-balik wisata kesana. Tapi kalo sekarang udah bosen dan Bali sekarang terlalu crowded buat saya.


Setelah Bali, saya kembali ke starting point, Mulai dari trip paling sederhana ke dufan bareng temen kuliah D3 dulu yang ternyata super fun. Malah temen saya berbaik hati mau nalangin bayar berhubung waktu itu saya bangkrut ngenes abis pulang dari Bali (euhh). Jalan ama temen emang obat paling pas buat ngibur hati yang luka, meskipun ga hilang sepenuhnya tapi bisa cukup ngusir sedih. 


Next trip adalah ke kepulauan seribu, tepatnya di utara jakarta. Nah trip ini yang bener-bener mesti dan wajib sabar. Karena temen saya dapet guide orang lokal pulaunya jadi ada plus minus. Plusnya adalah murah, makanan oke, dapet snorkel ke macem-macem pulau terpencil deket tidung dan foto underwater pas snorkel yang sumpah asik banget. Minusnya mesti sabar dengan urusan kapal, acara barbecue yang sucks, dan lokasi penginapan yang dibelakang pulau. Tapi secara umum okelah, berhubung perginya ama temen jadi tetep fun.

Kemaren juga diajakin temen ke Teluk Kiluan, sayangnya karena saya abis rawat inap di rumah sakit jadi ga boleh ikut. Tapi ya gapapa juga, masih ada tempat selanjutnya buta dikunjungi. Coming up next Ujung Kulon, Pelabuhan Ratu, dan berbagai tempat eksotis lainnya.

Life is good and i am grateful to Allah. All praise to The Almighty
Read Comments

Forwarding

Always Looking On The Brightside