Tadi pagi iseng nonton tipi. Biasanya subuh emang saya jarang nonton. Sehari-hari juga paling 2 jam udah maksimal, itu juga cuma nonton film korea+rerunnya. Nah kebetulan hari ini emang bangun dari jam 3 pagi. Ibadah malem terus sambung belajar aka ngerjain peer sekalian boo.
Dari jam 3 saya nonstop ga ada jeda. Sampai suatu detik terhenti denger ceramah + motivasi dari ustad Yusuf Mansur. Waaaahh, ceramahnya bagus banget kaya bukan ceramah. Cuma memahami lebih dalam bagaimana kerja Allah dalam mengabulkan impian kita.
Ada banyak kisah yang diutarakan ma ustad Yusuf. Rasanya jadi termotivasi. He said it's okay having a posession to be a rich people as long as we give back what we receive in the path of Allah.
Dunia itu sangat menggoda ya, dengan segala pesona yang ditawarkannya, dengan semu kemewahan dan kebahagiaan palsu. Tapi apapun itu, kita ga boleh menyerah dan ikhtiar + tawakkal buat meraih ridhoNya.
Kadang-kadang, kalo kegiatan lagi sampe titik puncak sibuk kaya sekarang, terbersit keinginan saya jadi seperti gadis lainnya. Punya pasangan buat berbagi cerita dan saling memberi support. Dukungan tulus dari seseorang adalah sumber energi yang hebat. It helps you to conquer even the tallest moountain on earth, some said. Hahahaaha....agak lebay emang pernyataannya, tapi mengetahui ada orang yang sayang ama kita bikin hari-hari jadi lebih mudah buat dihadapi.
Kadang saya ngebatin sendiri, kok Allah ga cepet-cepet ngasi ganti mantan calon suami yang dulu. Saya pengen berbagi pelajaran hidup, pengen berbagi tawa, sedih, berbagi a-z. Pengen bersama-sama menapaki kehidupan, pelajari lika likunya. Tapi ya mungkin harus bersabar dulu. Dan ada bagian dari diri saya yang sadar bahwa saya toh mennolak kedatangan orang yang baru buat ngisi posisi itu, rasanya takut dan masih ga siap juga (nah lhooo). Jadi ya keadaan ini ga bisa disalahin sepenuhnya.
Hmm...kalo dipikir-pikir lagi, itu adalah bagian dari ego duniawi. Part of me saying, Can't Allah be anything you want? can't you release the mortal things and focus on the afterlife? Jlebb, nah pikiran ini yang ngena banget. Yah sepertinya saya masih terlalu duniawi. Padahal saya janji dan bedoa ama Allah buat bantu saya melepaskan kungkungan kehidupan yang fana.
Orang tua, harta benda, hubungan pertemanan, bahkan ketertarikan terhadap lawan jenis sepeuhnya fana, bisa diambil dan berakhir secara tiba-tiba. Maka tempat kembali kita hanya Allah semata. Dan akal sehat saya bilang, ketertarikan sama lawan jenis yang mabuk kepayang (pfffttt!!!) bukan bentuk kasih sayang yang tulus. Yang benar itu kalo dua belah pihak punya agreement buat ngejalanin kehidupan agar memperoleh ridha Allah semata.
Baiklah, conclusionnya : wipe tears from my eyes dan semoga Allah mempertemukan saya dengan seseorang yang visinya juga untuk meraih ridha Allah... Amien ya rabbal 'alamin..
huft, hari senin yang hectic. laptop rusak, ipod mati, hape searching mulu. dan ada tugas bikin rangkuman, sebenernya udah hampir selese, tapiiiiiiiii kesipen dilaptop belom sempet pindahin ke fd. ngenes oh ngenes...
aigooo, padahal gaji ngajar mo dipake buat beli hape baru, yah apa boleh buat beli hapenya ditunda dan benerin si laptop dulu, secara ini lebih urgent. oh gadget...please have mercy on me. masa udah susah payah kerja malah duitnya kebuang buat servis ini itu??
baiklah sekian curhatan yang ngenes bin meratap ini, meskipun meratapnya ga separah myrtle merana hehhee. hoping for a better tomorrow. InsyaAllah :)
Meski hanya dalam sekejap mata
Hadirmu mengisi kesuraman perasaan ini
Ada cerita yang dulu pernah kubagi
Ada tawa lepas penuh bahagia
Diselingi tangis berbalut haru
Begitu kuat ingatan akan dirimu
Betapa kamu terharu mendengarku membaca
untaian harapan yang kutulis untukmu
Kamu berkata : "inilah kesempatan kita
bahwa takdir menuntunku untuk menemukanmu"
Dan hatiku luluh mendengar derai airmatamu
Dari seberang sana..
Aku tak ingin ikut menangis
Aku hanya ingin mendengarmu ceria
Bagai matahari menepuk pagi
Sampaikan salam hangat pada lautan
Meski nadaku goyah,
aku hanya ingin kau tahu
Aku tak pernah melepasmu
Tak satupun kenangan kuhapus
Biarlah ia tetap disana
sebagai bagian dari kisah lama
Matahari kian redup
Seiring perjalanannya di bumi
Tenggelam di ufuk barat dihiasi langit keemasan
Matahariku telah terbenam
Kini kelam tutupi malam
Hening tak berderap
hanya sesakkan mimpi
Hujan pagi hanyutkan aku dalam lamunan
Telah berapa lama sejak kisah kita usai?
Sehari? Seminggu?
Ah....tanpa kusadari 3 bulan berjalan sudah
Aku duduk termangu
Biarkan kenangan mainkan kisah lama itu
Saat terakhir aku melihatmu
Berjalan dalam kemeja putih,
editor pants abu-abu dan sepasang converse ungu
Inilah dia, cintaku berjalan tegap
Tapi kusadari, hatimu bukan lagi milikku
Kutarik nafas panjang mencoba untuk kuatkan diri
Hanya 5 menit waktu yang kita miliki
Dan kamu bahkan tak menoleh untuk ucapkan
sebuah salam perpisahan
Pun tak ada sepatah kata
Perjalanan pulang meninggalkan pulau dewata
Dalam deru memekakkan telinga
Ku tatap setiap lekuk pantainya
Susuri bentuknya dengan jariku
dan airmata menetes tanpa henti
Aku kembali tersadar
Ya, hujan membawaku pada kenangan akan dirimmu
Kita pernah bercerita dalam hujan
berjalan dibawah guyuran air deras
Saat itu pertama kali aku menjemputmu
Masih ingatkah kamu?
Ah...sayangku, mungkin kamu telah lupa
Hadirnya dia tutupi pandanganmu
alihkan perhatianmu
Namun aku disini, aku tetap mengenangmu
Dalam hujan yang membawaku padamu
Hujan bagaikan dua sisi cinta, tahukah kamu?
Haru yang songsong bahagia
dan mungkin pula sedih berujung luka
Kutatap bias rintik air dikaca
Selami waktu yang terus bergulir
Laksana daun hanyut dibawa derasnya hujan
Tak mampu melawan
Tak mampu bertahan...
well, few days ago i was watching channel v and listening to this song lego house by Ed Sheeran. Apparently my heart melted when i heard his voice which was tremendously soothe my heart.
Not just his voice, the song has beautiful lyrics yet so melodramatic, so i think that he may replace Bruno Mars in singing the romantic-love songs hehehe.
Listening to the lyrics makes me think what a nice thing to make this life like a lego house that we can always keep the good things and have someone there to catch us whenever we fall. But in my case it is just not happening. It also makes me think, how could you love somebody truthfully aside your desire? Some people thought they do exactly as it is, but most cases i see are lies.
anyway, it's just a thought. I just wanna love better somehow...
Well, feel very grateful that Allah still gives me chance to live on this earth, to breathe air in health and teach me to be a better person each day (eventough i gotta admit, the last one is very hard to do).
So, today is my birthday. Right 23 years ago, on 3.05 pm my mother gave birth to me. The last children which she hoped to be a boy but turned out i came as a girl..hehhehe. This whole journey has been amazing itself, cause the ups and downs that i experience taught me to improve myself in a better way so that Allah may proud having me as moslem, well, i am really hoping so.
I'm passing the day as true single, no more relationship for me now. I have decided to close myself from any possible relationship with men and focusing on reaching my goal as true moslem, true daughter, true human being. I wanna bring and share happiness with others, even to a stranger. So i am open to new experiences that may come to my way and hopefully by the time i'm ready, Allah send me my other half :)
eating teopokki at my b-day celebration
humble celebration with my junior achi and bella
my b-day cake, a chocolate cheese cake
with my bestfriend Kartika Zuhra, a day after my b-day