Pages

Kamis, 26 Januari 2012

Cerita Sunyi

Ada sebuah cerita yang ingin kubagi, tapi aku sendiri tak tahu akankah cerita ini berakhir bahagia atau hanya akan membuatku menitikkan airmata

Cerita yang mungkin kau alami sendiri, tentang seseorang yang berjalan seorang diri. Kosong rasanya ketika duniamu kehilangan sosoknya. Sosok yang kau sayangi sepenuh hati. Ketika dia tak ada, seringkali kau merasakan kesepian. Bukan hanya sekali dua kali, tetapi dalam banyak hitungan. Tak menyenangkan menjalani hari tanpa hadirnya.

Aku tak memiliki teman untuk berbicara. Tak ada teman untuk berbagi. Hanya ada sepi dan aku sendiri. Meski kucoba utarakan hal ini padanya, ia tetap tak bergeming. Tinggallah aku seorang diri yang terpukul dan merana.

Ingin kurengkuh wajahnya seperti dahulu kala, memeluk lingkupan hatinya dan meletakkan kepalaku di pundaknya. Ketika tak perlu kata-kata untuk ungkapkan isi hati kami berdua. Hadirnya bahagiakan perasaanku, genggaman erat nan lembut ikut benamkan jiwaku didalamnya. Sadar betapa aku menyayanginya, sadar bahwa hanya ia seorang yang miliki hati ini.

Tetapi kini ia terlalu jauh untuk kuraih. Tak cukup kuat kakiku mengejarnya. Terus berlari, berharap ia berhenti dan menoleh ke arahku. Dan bila itu terjadi, akan kudekap ia. Takkan kulepaskan rangkulan itu. Ingin aku menguncinya disana, hingga ia tak perlu pergi lagi, tinggalkan aku yang menangis sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Forwarding

Always Looking On The Brightside